11 Januari 2008

KEBIASAAN BELAJAR EFEKTIF

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang selalu berhubungan dengan orang lain. Di rumah, seseorang berhubungan dengan keluarga dan saudaranya. Dalam lingkungan yang lebih luas, seseorang berhubungan dengan lingkungan masyarakat. Seorang siswa, akan berhubungan dengan lingkungan keluarga, teman bermain, serta lingkungan sekolahnya.
Apabila direnungkan, maka hubungan diantara mereka itu sesungguhnya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, mewujudkan keinginan dan cita-citanya.
Dalam hubungannya dengan keinginan dan cita-cita, maka tidak seorangpun di dunia ini yang tidak memiliki keinginan dan cita-cita. Itulah sebabnya, maka setiap orang terdorong untuk mewujudkan atau meraih keinginan dan cita-citanya walaupun dalam mewujudkan atau meraih keinginan dan cita-citanya itu sangat sulit dan membutuhkan perjuangan berat, serta menghadapi berbagai tantangan dan hambatan.
Keinginan dan cita-cita memang harus diperjuangkan. Namun, harus disesuaikan dengan kemampuan dan faktor-faktor pendukungnya.
Agar keinginan dan cita-cita dapat terwujud, seorang siswa dapat mengatur kegiatan, menggunakan waktu secara efektif dan bermanfaat. Mengatur kegiatan dan menggunakan waktu secara efektif dan bermanfaat itu dapat dilakukan dengan cara, antara lain :
1. Menginventaris semua kegiatan sehari-hari
2. Mengelompokkan kegiatan-kegiatan sehari-hari.
Misalnya :
§ Untuk tidur atau istirahat, untuk belajar mandiri dan belajar di sekolah
§ Untuk makan, mandi, ibadah dan membantu pekerjaan di rumah
§ Untuk urusan pribadi, misalnya rekreasi, penyaluran hobi, menonton televisi, dan sebagainya.
3. Membagi waktu sesuai dengan status sebagai pelajar. Tentu saja waktu yang dipergunakan seorang siswa, sebagian besar adalah belajar.

1. Pembagian waktu yang sudah disusun sendiri hendaknya dipatuhinya sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Dari gambaran di atas, hendaklah dipahami bahwa dalam menggunakan waktu belajar tidak perlu sampai menghabiskan tenaga, melainkan belajar dengan sungguh-sungguh. Belajar sungguh-sungguh bukan berarti diburu-buru oleh waktu, melainkan belajar dengan tenang, teliti dan dengan penuh konsentrasi, serta dengan kesiapan mental.Tanpa semuanya itu, siswa tidak akan dapat menghindari berbagai gangguan / hambatan belajar yang mungkin terjadi.