22 April 2008

TIPE-TIPE BELAJAR

SAYA BARU SAJA CHANING-CHANING MENGENAI TIPE-TIPE BELAJAR, DARI E-MAIL
AND SUMBER DARI buku yang berjudul ”Teori Belajar dan Pembelajaran”, Prof. DR. H. Aminuddin Rasyad menjelaskan bahwa secara umum tipe belajar anak didik adalah tipe visual, tipe auditif, tipe taktil, tipe olfaktoris, tipe gustatif, dan tipe campuran (kombinatif), penjelasannya,
TERUS DIRANGKUM, SEBAGAI BERIKUT:

TIPE BELAJAR VISUAL
Ciri-ciri tipe belajar visual: lebih mementingkan pada penampilan dalam berpakaian/presentasi, tidak mudah terganggu oleh keributan, mengingat yang dilihat dari pada yang didengar, lebih suka membaca dari pada dibacakan, seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata, lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato. Anak didik yang mempunyai tipe visual pada umumnya lebih suka musik, mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya, mengingat dengan asosiasi visual. Jadi anak didik yang memiliki tipe visual mengandalkan aktivitas belajarnya pada materi pelajaran yang dilihatnya. Di sini yang memegang peranan penting adalah indera mata atau penglihatan (visual). Anak didik tipe ini gerbang pengetahuannya adalah indera mata, karena satu-satunya indera yang aktif dan dominan dalam dirinya adalah mata atau penglihatan. Baginya alat peraga sangat penting artinya untuk membantunya dalam penyerapan materi pelajaran. Dengan demikian pemilihan media yang tepat dalam pembelajaran sangat membantu untuk anak didik tipe ini.


TIPE AUDITORIAL
Ciri-ciri tipe belajar auditorial: gampang mengingat apa pun yang didengarnya. Bila menghafal ia sering membacanya keras-keras karena suara keras yang didengarnya memudahkannya mengerti. Ia juga suka diskusi dan berbicara dengan logika dan nada yang terpola.

TIPE KINESTETIK
Ciri-ciri tipe belajar kinestetik: belajarnya selalu menanggapi setiap pelajaran yang diterima dengan gerak fisik. Makanya ia cenderung mengajak lawan bicaranya disertai gerak fisik, maupun menggunakan jari dan tangan saat belajar. Ia pun lebih menyukai pelajaran yang diberikan dalam bentuk permainan karena pada dasarnya ia tidak dapat duduk dan berdiam lama saat belajar.

TIPE BELAJAR AUDITIF
Ciri-ciri tipe belajar auditif : saat bekerja suka berbicara kepada diri sendiri, mudah terganggu oleh keributan, belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat, senang membaca dengan keras dengan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca. Anak didik yang mempunyai tipe auditif pada umumnya pandai berbicara atau sebagai pembicara yang fasih, lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya, lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik. Anak didik yang mempunyai tipe auditif biasanya mempunyai masalah-masalah yang berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visual, berbicara dalam irama yang terpola, dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, irama dan warna suara dari apa-apa yang telah didengarnya. Jadi anak didik yang memiliki tipe auditif mengandalkan aktivitas belajarnya pada indera pendengarannya. Di sini yang memegang peranan penting adalah indera telinga atau pendengarannya (auditif). Bagi anak didik tipe ini gerbang pengetahuannya adalah telinga. Karena itu baginya ucapan yang jelas dan terang dengan intonasi yang tepat sangat penting artinya untuk membantunya dalam penyerapan materi pelajaran.


TIPE BELAJAR TAKTIL
Ciri-ciri tipe belajar taktil: terampil melakukan sesuatu dengan mengandalkan sentuhan tangan. Anak didik yang bertipe belajar ini, yang memegang peranan penting adalah rabaan dan sentuhan. Anak didik yang seperti ini penyerapan hasil belajarnya melalui alat peraba, yaitu sentuhan tangan atau kulit. Misalnya: mengatur ruang ibadah, menentukan buah-buahan yang rusak (busuk), merangkai bunga, dan keterampilan-keterampilan lainnya yang sifatnya membutuhkan sentuhan tangan. Untuk itu, maka sebaiknya guru lebih menitikberatkan pada kegiatan yang secara langsung harus dikerjakan oleh anak didik. Jadi anak didik yang memiliki tipe taktil mengandalkan aktivitas belajarnya pada rabaan atau sentuhan (taktil). Di sini yang memegang peranan penting adalah indera peraba, yaitu tangan dan kulit atau bagian luar tubuh. Bagi anak didik tipe ini gerbang pengetahuannya adalah indera perabanya. Karena itu baginya sentuhan sangat penting artinya untuk mengetahui benda yang dirabanya. Ia sangat terampil apabila diberi tugas pada kegiatan yang sifatnya penataan atau pengaturan ruangan, penataan atau merangkai buah, merangkai bunga, mengatur seseatu yang membutuhkan sentuhan yangan.

TIPE BELAJAR OLFAKTORI
Ciri-ciri tipe belajar olfaktori: lebih suka belajar di laboratorium. Anak didik yang bertipe belajar ini, yang memegang peranan penting adalah ketergantunganya pada indera pencium. Anak didik seperti ini akan sangat cepat menyesuaikan dirinya dengan suasana bau lingkungan, sebab pada umumnya indera penciumnnya sangat peka terhadap bau-bauan. Untuk itu, maka sebaiknya Guru lebih menitikberatkan pada hal-hal yang berkaitan dengan indera penciuman. Jadi pada umumnya ia lebih memfungsikan indera penciuman, yaitu hidung. Jadi anak didik yang memiliki tipe olfaktoris mengandalkan aktivitas belajarnya pada alat indera penciuman. Di sini yang memegang peranan penting hidung (olfaktoris). Bagi anak didik tipe ini gerbang pengetahuannya adalah hidung. Karena itu baginya sangat cepat menyesuaikan diri dengan suasana bau lingkungan.

TIPE BELAJAR GUSTATIF
Ciri-ciri tipe belajar gustatif: lebih cepat memahami apa yang. dipelajarinya melalui indera kecapnya. Anak didik yang bertipe belajar ini, yang memegang peranan penting adalah lebih mengandalkan pada lidah (indera kecap). Untuk itu, maka sebaiknya Guru lebih menitikberatkan pada kegiatan belajar yang mengandalkan indera kecap, misalnya: dalam suatu kegiatan belajar yang berkaitan dengan rasa melalui lidah. Misalnya: rasa asin, manis, pahit, dan sebagainya. Jadi anak didik yang memiliki tipe gustatif mengandalkan aktivitas belajarnya pada indera pengecap. Di sini yang memegang peranan penting adalah kemampuan mencicipi (gustation=kemampuan mencicipi). Bagi anak didik tipe ini gerbang pengetahuannya adalah indera pengecap. Karena itu melalui indera pengecapnya ia dapat mengetahui berbagai rasa.

TIPE BELAJAR COMBINATIVE
Ciri-ciri tipe belajar combinative:
Anak didik yang bertipe belajar ini, yang mempunyai kemampuan mengikuti pelajaran dengan menggunakan lebih dari satu indera. Ia dapat menerima pelajaran dangan mata dan telinga sekaligus ketika belajar. Untuk itu, maka Guru tidak perlu menitik beratkan pada salah satu indera. Jadi anak didik yang memiliki tipe campuran (kombinatif) mengandalkan aktivitas belajarnya dengan menggunakan lebih dari satu inderanya. Di sini yang memegang peranan penting adalah mata, telinga, sentuhan, dan pengecap. Bagi anak didik tipe ini gerbang pengetahuannya bukan hanya mata, akan tetapi dapat menggunakan mata dan telinganya sekaligus ketika belajar.

KETIKA ENGKAU PERGI

KETIKA ENGKAU PERGI
MULANYA BIASA-BIASA SAJA
LEGA
KETIKA ENGKAU PERGI
KUPIKIR SATU MASALAH TELAH TERATASI
SEGALA KEGUNDAHAN HATI TELAH BERAKHIR
NAMUN
AKU SALAH
SETELAH ENGKAU PERGI
MALAH HATIKU MULAI MERINDUMU
TIDAK BIASA
KECEWA
SEMAKIN GUNDAH
SEDIH
HAMPA
MERANA
SUNYI
SEPI